Kamu tahu novel ketika cinta bertasbih? Berikut ini adalah unsur intrinsik novel ketika cinta bertasbih yang dapat kamu jadikan referensi.
Sebenarnya ini adalah catatan lama sejak saya duduk di bangku SMA yang pada saat itu catatan ini adalah tugas dari pelajaran bahasa indonesia tentang mengenal unsur intriksik dari suatu novel.
Novel ketika cinta bertasbih adalah sebuah novel karangan Habiburrahman El Shirazy, kemudian dibuatlah sebuah film dengan judul yang sama yaitu Ketika Cinta Bertasbih yang dirilis pada tanggal 19 Juni 2009 dengan sutradara Chaerul Umam.
Film ini sukses dengan meraih jumlah penonton 3 juta orang pada tahun 2009, kemudian dibuatlah film seri ke 2 dengan judul Ketika Cinta Bertasbih 2 yang merah penonton 1,5 juta.
Unsur Intrinsik Novel Ketika Cinta Bertasbih
Tema
Perjuangan hidup untuk menggapai cita-cita dan cinta
Penokohan
- Khairul Azzam : sederhana, peker keras, bertanggung jawab, shaleh
- Anna Althafunisa : lemah lembut, sholehah, cerdas
- Furgan Andi Hasan : bijak, cerdas
- Kiai Lutfi : ayah yang bertanggung jawab, perbuatannya dapat menjadi panutan masyarakat
- M. Ilyas : shaleh, baik
Alur
Alur yang digunakan adalah alur maju, karena dimulai dengan awal pertemuan Anna dengan Azzam dan diakhiri mereka telah melewati lika-liku kehidupan hingga mereka menikah
Latar/setting
Latar tempat :
- Cairo, Mesir
- Indonesia
- Desa wangun jawa dan desa kartasura
Sudut Pandang
Sudut pandang orang ketiga
Amanat
Amanat yang disampaikan dalam novel Ketika Cinta Bertasbih adalah:
- Terkadang cinta tidak harus meliliki
- Segala sesuatu pasti ada pengorbanan
Baca Juga :
Jenis-Jenis Paragraf Beserta Contohnya
Soal Dan Jawaban Tentang Diskusi
