Site icon SUSANTOKUN

Materi Aljabar Linier dan Matriks Lengkap

Materi Aljabar Linier dan Matriks Lengkap

Hai, pada kesempatan kali ini saya membuat artikel tentang materi aljabar linier dan matriks lengkap, dimana materi ini saya dapatkan dari dosen Aljabar Linier yaitu Ibu Mia Mayang Sari, S.Kom. Dalam artikel ini ada beberapa silabus yang akan dibahas dalam ruang lingkup aljabar linier dan matriks, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Aljabar Linier Dalam Bidang Informatika
  2. Basis dan Ruang Vektor
  3. Matriks dan Determinan
  4. Sistem Persamaan Linear
  5. Konsep Nilai Eigen dan Vektor Eigen
  6. Matlab

ALJABAR LINIER DAN MATRIKS DALAM BIDANG INFORMATIKA

Definisi / Pegnertian Aljabar Linier dan Matriks

Contoh Persamaan Linier :

x + y = 4 (persamaan linier dengan 2 peubah)
2x-3y=2z+1 (persamaan linier dengan 3 peubah)

Aljabar Linier dalam Bidang Informatika

BASIS RUANG DAN VEKTOR

Definisi / Pengertian Basis

Vektor Basis di Ruang R2

Vektor basis diruang R2 pada sumbu X dinyatakan dengan i, vektor satuan pada sumbu Y dinyatakan dengan j
Bentuk vektor baris ditulis sebagai berikut : e1 = (1,0), e2 = (0,1)

Vektor Basis di Ruang R3

Vektor basis diruang R3 pada sumbu X dinyatakan dengan i, pada sumbu Y dinyatakan dengan j, sedangkan vektor satuan pada sumbu Z dinyatakan dengan k.
Bentuk vektor baris ditulis sebagai berikut : e1 = (1,0,0), e2 = (0,1,0), e3 = (0,0,1)

Vektor di Ruang R2

Vektor di Ruang R3

Pengantar Vektor

Notasi Vektor

Gambar Vektor

Gambar Vektor

Operasi-operasi Pada Vektor

Kesamaan dua vektor
Negatif sebuah vektor
Resultan 2 buah vektor
Penjumlahan vektor
Perkalian vektor dengan skalar

Kesamaan Dua Vektor

Suatu vektor dikatakan sama apabila memiliki panjang dan arah yang sama, dengan tidak memperhatikan titik pangkal.

Gambar Kesamaan Dua Vektor

Negatif Sebuah Vektor

Vektor (-a) adalah vektor yang memiliki arah berlawanan dengan vektor a tetapi panjangnya sama dengan vektor a.

Gambar Negatif Sebuah Vektor

Resultan 2 Buah Vektor

Resultan dua vektor u dan v adalah vektor w yang dibentuk dengan menempatkan titik pangkal vektor v pada titik ujung vektor v dan menghubungkan titik pangkal vektor u dengan titik ujung vektor v

Gambar Resultan 2 Buah Vektor

Penjumlahan Vektor

Diketahui a dan b vektor–vektor di ruang yang komponen – komponennya adalah
a = ( a1,a2,a3 ) dan b = ( b1,b2,b3 )
Maka :
a + b = (a1 +b1, a2+b2, a3+b3 )

Contoh :
diketahui dua vektor a = i+2j-3k dan b = 2i+5j+4k, berapakah a+b ?

Perkalian Vektor dengan Skalar Aljabar Linier dan Matriks

Diketahui a vektor di ruang yang komponen – komponennya adalah a = ( a1,a2,a3 )
Maka k . a = ( ka1, ka2, ka3 )
Jika k > 0 maka searah dengan a
Jika k < 0 maka berlawanan arah dengan a

Contoh :
diketahui vektor a = i+2j-3k, maka 2a = ?

Panjang Vektor

Panjang sebuah vektor u disebut juga norma u dinyatakan dengan :

Contoh : hitunglah panjang vektor u = 3i+4j!

Jarak Euclidean Antara Dua Vektor

Jika p = (p1, p2,….pn) dan q = (q1, q2,…qn)

Contoh : diketahui p = (2i+3j) dan q = (5i + 6j), berapa jarak Euclideannya?

Contoh Penerapan Vektor dalam Klasifikasi Citra

Diketahui tiga buah wajah, yaitu Citra 1(Dilla), Citra 2 (Agil), dan Citra 3 (Alim)yang akan digunakan sebagai basis data untuk pengenalan pola wajah menggunakan komputer.

Beberapa ciri untuk mengenali citra tersebut adalah dilihat dari standar deviasi intensitas warna dalam tiap-tiap citra σ, rata-ratanya µ, dan entropinya ℯ. Setelah ketiga ciri tersebut dihitung diperoleh data berikut :

Citra 1: σ=0,15      Ã‚µ=40      Ã¢â€žÂ¯=1,25
Citra 2: σ=0,05      Ã‚µ=60      Ã¢â€žÂ¯=2,35
Citra 3: σ=0,24      Ã‚µ=53      Ã¢â€žÂ¯=0,85

Kemudian diambil satu citra lagi, yaitu citra ke-4 sebagai citra uji.
Pada citra uji dihitung nilai-nilai ciri citra tersebut,diperoleh data berikut :
Citra 4: σ=0,23      Ã‚µ=55      Ã¢â€žÂ¯=0,82
Tentukan bagaimana komputer bisa mengenali citra ke-4? Dan siapakah nama dari citra ke-4 menurut hasil pengenalan komputer?

MATRIKS

Definisi / Pengertian Matriks

Matriks adalah sekumpulan bilangan yang disusun dalam sebuah empat persegi panjang, secara teratur, di dalam baris-baris dan kolom-kolom.

Gambar Matriks

Matriks di atas disebut matriks ukuran m x n

Operasi-operasi pada Matriks

  1. Kesamaan Dua Buah Matriks
    Dua matriks A dan B disebut sama, jika ukurannya sama dan berlaku : [ aij ] = [ bij ]

    A = B
    A ≠ C
    B ≠ C
  2. Penjumlahan dua matriks
    Jumlah dua buah matriks A + B bisa dilakukan asalkan kedua matriks tersebut berukuran sama
    Sifat-sifat penjumlahan:
    Komutatif : A + B = B + A
    Assosiatif : A + (B + C) = (A + B) + C
  3. Perkalian Matriks dengan Skalar
    Jika k suatu skalar, maka matriks kA = (kaij)
    Diperoleh dengan mengalikan semua elemen matriks A dengan k
  4. Pengurangan Matriks
    Mengurangi matriks A dengan B (A-B) adalah menjumlahkan matriks A dengan matriks (-B)
  5. Perkalian Matriks
    Syarat perkalian matriks : banyaknya kolom matriks pertama = banyaknya baris matriks kedua.
    Hasil perkalian antara matriks A = [aij] berordo mxp, dengan matriks B = [bij] berordo pxn, adalah matriks C = [Cij] berordo mxn.

MACAM-MACAM MATRIKS

  1. Matriks Bujursangkar Aljabar Linier dan Matriks
    Matriks bujursangkar adalah matriks dimana banyaknya baris = banyaknya kolom
  1. Matrik Satuan / Identitas
    Matriks bujursangkar
    Setiap unsurnya nol, kecuali didiagonal utama = 1
    Contoh :
  1. Matriks Segitiga
    Matriks bujursangkar
    Unsur di atas/di bawah diagonal utama adalah nol
    Contoh :
  1. Matriks Tranpose
    Tidak perlu bujursangkar
    Setiap baris ditukar tempat dengan kolom

Contoh :

  1. Matriks Diagonal
    Matriks bujursangkar
    Semua unsur nol, kecuali didiagonal utama
    Contoh :
  1. Aljabar Linier dan Matriks Nol
    Tidak perlu matriks bujur sangkar
    Semua unsurnya nol
    Contoh :

Itulah artikel materi aljabar linier dan matriks lengkap yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Baca Juga : Contoh Soal Dan Jawaban UTS Dan UAS Administrasi Jaringan

Exit mobile version